Return to site

Coronavirus - Bagaimana dengan Property Saya Sekarang, dan Sesudahnya?

Ditulis Oleh: Nengli Leow - Pengembangan Bisnis, Bukit Vista

Waktu Baca: 5 Menit

· Travel Restrictions,Data,Pricing Agility,Business Continuity,Market Intelligence

Di Tengah Ketidakpastian, Tingkatkan Visibilitas Properti Anda Berdasarkan Data Pasar dan Tren

Bagaimana Corona Virus mempengaruhi industri travel

Industri perjalanan global telah terkena dampak negatif dari Coronavirus. Pada tahun 2019, Bali melihat 437.537 dan 449, 637 wisatawan masuk pada bulan Februari dan Maret. Angka tersebut menyumbang 14% dari total wisatawan asing ke Bali pada tahun 2019 dan kami mengharapkan jumlah yang jauh lebih rendah tahun ini mengingat munculnya larangan perjalanan karena Corona Virus. Meskipun larangan ini hanya berlaku untuk China, kami juga mengalami pembatalan yang berasal dari seluruh penjuru dunia.

Sebagai perusahaan manajemen perhotelan yang mengelola lebih dari 124 properti aktif di Bali, kami telah melacak kinerja harian kami (hal hal seperti: volume pemesanan, tanggal yang paling memiliki banyak permintaan, tingkat pembatalan, dan pertanyaan tamu) untuk memastikan kami meminimalkan hilangnya pendapatan untuk properti yang berada dibawah manajemen kami. Berikut adalah beberapa statistik terkini yang ingin kami bagikan dengan sesama pemain di industri penginapan.

DATA KINERJA 30 HARI TERAKHIR

Performa Bukit Vista ketika berada di periode Corona Virus

Selama 30 hari terakhir, kami telah mengkonfirmasi 2.514 pemesanan penginapan, di 124 properti. Yang berarti rata-rata sekitar 20 pemesanan per properti selama 30 hari.

Pembatalan pemesanan booking saat periode Corona Virus

Pada bulan Februari, kami melihat ada 138 total pembatalan. Yang mana ...

  • 54,3% pemesanan untuk Februari
  • 18,8% pemesanan untuk Mar
  • 14,5% pemesanan untuk Apr
  • 2,9% dari pemesanan adalah untuk bulan Mei
  • 2,9% pemesanan adalah Juni
  • 3,6% pemesanan untuk Juli
  • 0,7% pemesanan untuk Agustus
  • 1,4% pemesanan untuk Sep
  • 0,7% pemesanan untuk November

Perangkat lunak data dan visualisasi data merupakan tulang punggung bisnis kami. Hal ini memungkinkan kami untuk membuat keputusan yang terkalkulasi dan penuh informasi, yang aka berdampak pada keadaan saat ini dan di masa mendatang dari properti yang kami kelola.

Salah satu praktik utama yang kami lakukan adalah - Pricing Agility.

atau Ketangkasan dalam Mengatur Harga.

Pricing Agility, secara sederhana adalah tindakan mengubah harga Anda untuk terus meningkatkan pemesanan.

Untuk melakukan ini, Anda perlu mengetahui beberapa hal.

  1. Apakah permintaan benar-benar lebih rendah dari biasanya? Jika demikian, apa yang dianggap rendah? Hal ini akan menentukan kapan harus menurunkan harga untuk menghasilkan pemesanan.
  2. Kapan permintaan meningkat? Hal ini akan menentukan kapan harus mulai menaikkan harga untuk menghasilkan laba yang lebih tinggi.
  3. Berapa harga maksimum yang bersedia dibayarkan tamu Anda untuk properti Anda?
  4. Berapa harga minimum untuk menutup biaya operasi Anda (tanpa tarif pemotongan) untuk melindungi keuntungan komunitas tempat Anda beroperasi.
  5. Berapa harga pasar baru yang “dapat diterima”, yang rela dibayar olehe para pelancong selama periode krisis?
  6. Apakah Anda memiliki karyawan yang berpengalaman dengan tingkat dasar menganalisis data dan perubahan harga?

Memahami cara menentukan harga, baru hanya memenangkan separuh pertempuran saja. Tetap up-to-date tentang apa yang dibutuhkan tamu juga penting selama periode ini. Bekerja untuk industri hospitality tidak berhenti ketika COVID-19 menghilang. Ini baru permulaan.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang data dan pemulihan bisnis, jadwalkan konsultasi 20 menit gratis dengan kami.

Kami akan senang mendengar bagaimana komunitas harus bersatu

untuk membawa semua orang kembali ke Bisnis seperti biasanya.

Komunitas pemilik properti di Bali
All Posts
×

Almost done…

We just sent you an email. Please click the link in the email to confirm your subscription!

OK