pantai bali, bali beach, pariwisata bali

Pariwisata Bali Paska Covid-19: Potensi Bisnis Baru

Pandemi Covid-19 telah mendampak pariwisata Bali secara negatif. Apalagi, Bali adalah sebuah pulau yang ekonominya di dasarkan terutama pada pariwisata! Dari tahun 2019 ke 2020, pengunjung Bali turun sebanyak 75%! Penurunan yang drastis ini tentunya terjadi karena Indonesia menutup perbatasannya pada Maret 2020 dikarenakan pandemi Covid-19 ini.  


Nah… melihat situasi Bali sekarang, bagaimana ya pariwisata Bali bisa pulih kembali kedepannya? Dan apakah ada peluang lebih besar bagi para pemilik villa-illa untuk pulih dalam keadaan ekonomi Bali? 


Tentunya, banyak sekali para turis yang kangen kan, dengan suasana cerah dan ceria di pulau Bali. Langsung aja ke informasi penting pada hari ini, kita lihat seperti apa sih nasib pariwisata Bali paska pandemi?

Pemerintah Indonesia tidak dapat mempredeksi apa yang akan terjadi pada masa depan pada situasi pandemi seperti ini. Namun, tampaknya masuk akal bahwa pariwisata Bali akan di buka kembali dengan adanya proses vaksinasi yang berjalan sekarang. Bahkan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa sudah menyiapkan standard operational procedure (SOP) untuk menerima para wisatawan (terutama dari mancanegara) kembali berkunjung ke pulau Bali. 


Namun, tentunya jika Bali sudah di bolehkan untuk membuka border nya, mereka tidak bisa menerima kunjungan dari semua negara. Akan di pilih negara-negara yang memiliki angka Covid lebih rendah. Tapi, ini sudah bisa dikatakan sebagai kemajuan yang baik untuk membuka kembali peluang berbisnis pariwisata di Bali! Seperti apa sih SOPnya? 

SOP Baru Bali

Wisman hanya diizinkan masuk jika berasal dari negara yang berisiko rendah untuk Covid-19, mereka jga harus di vaksinasi dan membawa surat keterangan bebas Covid-19, dan meregistrasi e-HAC.

Selain visa, para wisman juga harus mengantongi asuransi yang mencakup penanganan Covid-19.


Saat sampai di Bali: Jika suhu lebih dari 37,3 celcius, akan di lanjutkan pemeriksaan di dalam ruang khusus. Jika memiliki gejala Covid-19, akan diarahkan ke rumah sakit. Sedangkan untuk yang tidak bergelaja, dapat melanjutkan perjalanan untuk memeriksa dokumen e-HAC. Mereka juga akan di tes di bandara dan akan menunggu hasil selama 24 jam. 


Karantina di Hotel: Hotel karantina berzona hijau di Bali dapat ditemukan di Sanur, Ubud, dan Nusa Dua. Saat di karantina, wisman dianjurkan untuk berada di dalam kamar sampai hasil test dari bandara keluar.  Jika hasil positif, akan dirujuk ke rumah sakit di zona hijau di Bali. Sementara untuk negatif, akan di lakukan karantina lagi selama 5×24 jam sampai melakukan tes lagi. 


Setelah lima hari karantina jika hasil tes tetap negatif, para wisman dipersilahkan untuk pindah ke hotel zona hijau yang telah di sertifikasi CHSE untuk melanjutkan wisatanya di pulau Bali. 

Potensi Bisnis Pariwisata Bali

bali greenery bali holiday

Secara global, para pakar pariwisata memprediksi bahwa wisatawan paska Covid-19 akan menginginkan pengalaman otentik yang menonjolkan budaya dan alam. Lisa Davidsson, seorang pengusaha hotel dari Swedia di Bali, mengatakan bahwa daerah-daerah Bali yang belum terkenal akan mulai melihat lebih banyak perkembangan, seperti pantai barat daya, di mana banyak villa-villa terletak pas di antara hutan dan pantai terpencil.

Selain minat untuk melarikan diri dari tempat wisata yang ramai, turis-turis juga akan lebih mengarah kepada villa-villa dan properti yang luas akan diinginkan.

Seperti banyak industri, pariwisata di Bali harus tetap responsif terhadap krisis Covid-19 yang terus berubah. Oleh karena itu, Bukit Vista ada untuk membantu kalian semua membuka peluang yang hebat untuk pariwisata di Bali. Bagi kalian yang memiliki villa atau properti, langsung saja bisa menghubungi kami di Bukit Vista, untuk mengelola properti/villa-villa anda, untuk menyambut kedatangan para turis ke pulau Bali. 

Compare listings

Compare