Community Sharing Session : Komunitas Bukit Vista di Mata Kami

img | October 18, 2021

Tidak dapat dipungkiri bahwa adanya pandemi COVID-19 sejak Maret 2020 lalu, disertai dengan diberlakukannya kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat), memberikan pengaruh yang signifikan pada berbagai elemen masyarakat, tidak terkecuali para pemilik properti di Yogyakarta. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat dan keinginan para pemilik properti tersebut untuk tetap bertahan; untuk terus bangkit, dan beradaptasi ke arah yang lebih baik.

Dalam Community Sharing Session yang diadakan oleh tim Bukit Vista beberapa mitra yang berkesempatan hadir, dengan antusias menyampaikan cerita dan pengalamannya dalam menghadapi pandemi, khususnya terkait dengan bisnis properti yang mereka jalankan. Pada 21 Juli 2021 lalu, tim dari Bukit Vista berkesempatan untuk bertemu dengan para mitra dari chapter Yogyakarta untuk membahas perspektif masing-masing selama menyikapi pandemi COVID-19 dan PPKM.

Para mitra yang berkesempatan hadir pada sesi ini adalah Pak Suroso dan Mbak Afifah, pemilik Dalem Pinarak, serta Mbak Ratna, pemilik salah satu unit di Amarta Apartment. Bagaimana cerita dan pengalaman mereka dalam mengelola propertinya dan pengalaman dalam membangun hubungan dengan tamu-tamu mereka? Penasaran, bagaimana mereka saling membantu dan mendukung satu sama lain? Mari kita simak cerita lengkapnya!

Pengalaman menjalankan bisnis penginapan

Jogja merupakan salah satu kota destinasi wisata yang tidak terlalu berbeda dengan Bali, wisatawan familiar dengan Jogja karena identitas budaya Jawa yang masih cukup kuat sehingga menarik perhatian mereka untuk mengeksplor kota ini. Perkembangan destinasi wisata berbanding lurus dengan perkembangan bisnis penginapan sebagai akomodasi para wisatawan yang berkunjung ke Jogja. 

Mbak Afifah, pemilik Dalem Pinarak, yang juga merupakan seorang desainer interior, membagikan pengalamannya dalam menjalankan bisnis penginapan, yang mana dalam perjalanannya mengelola bisnis penginapan adalah proses belajar mandiri dan menantang sehingga ia dapat memahami seluk beluknya secara mendalam.

Salah satu ruangan kamar Dalem Pinarak yang didesain oleh Mbak Afifah

Latar belakang Mbak Afifah yang tidak memiliki keterkaitan dengan bidang perhotelan ataupun pariwisata menjadikan beliau harus belajar secara otodidak. Beberapa hal seperti teknik memilih dan merapikan tempat tidur, fasilitas apa saja yang harus disediakan di properti penginapan, sistem resepsionis, pelayanan tamu dan bagaimana cara training staff adalah hal-hal yang dipelajari oleh Mbak Afifah seorang diri dalam perjalanannya membangun bisnis properti penginapan. Proses belajar mandiri tersebut telah menjadikan beliau senantiasa bersemangat dalam melakukan perubahan dan perbaikan untuk propertinya dan layanannya kepada tamu.

Para tamu yang pernah menginap di Dalem Pinarak

Hal lain yang turut disampaikan Mbak Afifah terkait pengelolaan bisnis penginapan adalah pentingnya pengetahuan akan tipe sasaran tamu yang menggunakan penginapannya, beliau berkata,

Jangan terpaku pada turis saja, bidik pasar yang lain yang tujuan mereka ke Jogja bukan untuk berwisata. Walaupun sedikit, setidaknya ada masukan untuk menutup biaya operasional properti kita, gak cuman nunggu, tpi kita bisa gali lagi pasar potensial kita selain turis. Misal ada universitas yang wisudanya sudah bisa offline, mungkin kita bisa promosikan properti kita kepada mereka

Afifah Dwi Sucianti – Pemilik Properti Dalem Pinarak

Menghemat Biaya Operasional

Diberlakukannya PPKM, pun dengan diklaimnya Kota Yogyakarta sebagai salah satu daerah dengan zona merah, menjadikan tingkat keterisian (occupancy) dari berbagai penginapan menurun drastis. Dalam menyikapi rendahnya tingkat pemasukan, upaya-upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan biaya operasional yang dirasa tidak terlalu penting, seperti di antaranya adalah dengan menurunkan kecepatan WiFi, mengurangi biaya listrik dan air bulanan, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, meskipun penghematan biaya operasional merupakan salah satu aspek teknis yang penting, Pak Suroso menegaskan bahwa setiap pemilik ataupun staf properti harus merawat properti secara sungguh-sungguh.

Saya setuju. Kita harus tetap melakukan maintenance pada properti kita, karena kalau didiamkan bisa lembap. Kita juga harus tetap melakukan promosi, agar nama properti tetap eksis di media sosial. Bukit Vista juga perlu memberikan saran-saran tentang apa saja yang perlu kita benahi dan apa yang menjadi keinginan/kebutuhan tamu saat ini

Suroso – Pemilik Properti Dalem Pinarak

Peluang pasar penginapan di Jogja memang tidak sebesar Bali terlebih di tengah pandemi, tetapi tipe tamu  di Jogja dan Bali berbeda satu sama lain. Dalem Pinarak memiliki segmen pasar wisatawan dalam bentuk keluarga dan organisasi/kelompok yang tujuan kunjungannya bukan untuk berwisata, sedangkan fokus pasar Amarta Apartment ialah mahasiswa yang kuliah di Jogja, baik darI luar Jogja maupun dari luar negeri.

Arti Komunitas Bukit Vista menurut Mitra

Community Sharing Session menjadi media bagi para mitra untuk saling terhubung dan bertukar informasi, para mitra juga bisa saling cerita tentang masalah dan tantangan dalam mengelola properti seperti tentang cara menghadapi atau melayani tamu dengan karakteristik yang berbeda-beda. Mbak Afifah menyampaikan pendapatnya tentang peran komunitas Bukit Vista yang utamanya adalah saling membantu dan menyemangati sesama mitra.

Kayak Mbak Ratna tadi, yang baru saja selesai mempersiapkan propertinya untuk menerima tamu, lalu tiba-tiba PPKM dan membuatnya down dan tidak bersemangat. Tetapi karena mendapatkan kenalan dengan partner properti Bukit Vista di Jogja, kami sharing pengalaman dan dukungan kami, kan dia jadi punya semangat lagi gitu loh

Afifah Dwi Sucianti – Pemilik Properti Dalem Pinarak

Peran komunitas Bukit Vista sebagai wadah saling bertemunya para mitra mampu menimbulkan semangat kolegialitas karena mitra memiliki perasaan dan kondisi yang sama sebagai pelaku bisnis penginapan, terlebih situasi pandemi Covid-19 yang semakin mempererat keterikatan antara satu mitra dengan yang lain di dalam komunitas.

Selain sebagai wadah untuk saling berbagi cerita, pengalaman hingga masalah yang dihadapi, komunitas juga mampu menjadi semacam jaringan yang mampu menghubungkan antar mitra untuk bersama saling menumbuhkan.

Jadi bukan Bukit Vista aja yang mencarikan tamu. Kalau kita kompak sebagai komunitas, kita bisa buat jaringan, di mana tamu para partner properti kan punya pelanggan masing-masing. Misal ada tamu Bukit Vista di properti daerah Bali ingin berwisata ke Jogja, partner Bali bisa merekomendasikan properti-properti Bukit Vista yang ada di Jogja sesuai dengan keinginan dan kebutuhan tamunya. Itulah gunanya komunitas.

Afifah Dwi Sucianti – Pemilik Properti Dalem Pinarak

Menarik dan menginspirasi bukan?!
Mari bergabung menjadi bagian dari komunitas Bukit Vista. Kami akan membantu dari awal, mulai dari memasarkan properti sampai dengan pengelolaan dan perawatan. Bagi kalian yang ingin bergabung dengan komunitas seperti ini untuk membantu properti anda, langsung saja menghubungi Bukit Vista!

Tonton video Community Sharing Session bersama para mitra Jogja di sini!

Compare listings

Compare
💬 Need help for partnership?